Tampilkan postingan dengan label Aneh dan Unik (Indonesian Local News). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aneh dan Unik (Indonesian Local News). Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 September 2011

Dijual! Jin Pesugihan Cepat Kaya

Ilustrasi (foto:Ist)
Ilustrasi (foto)
GUNUNGKIDUL- Kasus penipuan semakin beragam salah satunya jual beli Jin. Berdalih bisa mendatangkan Jin yang bisa mendatangkan kekayaan, Warno (70) warga Kecamatan Paliyan, Gunungkidul, Yogyakarta, berhasil menipu beberapa orang konsumennya. Bukannya Jin yang didapat malah puluhan juta hilang.

Menurut keterangan korban, Sakimin warga Banyumas, Jawa Tengah, pelaku pertama kali dia kenal saat hajatan saudaranya di daerah Jawa Barat. Saat itu dia menceritakan usahanya sebagai pedagang beras mengalami kebangkrutan. Dia ingin memperoleh modal dengan cara cepat tanpa melalui bank.

“Warno berjanji akan mendatangkan Jin penyedot uang, lalu saya mendatangi rumahnya di desa Sodo, Paliyan beberapa hari setelah hajatan,” ungkapnya saat ditemui di Mapolsek Paliyan, Senin (18/7/2011).

Saat mendatangi rumah pelaku, Sukimin, membawa uang Rp10 juta. Setelah uang diserahkan, Warno mengajak kepemakaman yang tidak jauh dari rumahnya.

“Sampai di pemakaman langsung melakukan ritual sekitar satu jam, dia kemudian menyerahkan kardus, kain mori, kapas, dan berbagai minyak untuk dibawa pulang dan tidak boleh dibuka sebelum seminggu. Setelah seminggu tidak terbukti, dia meminta lagi uang tambahan total hingga Rp17 juta dalam kurun waktu 2 bulan,” tuturnya.

Hal senada juga dikatakan Muhamad Isa (50) warga Bitang, Palembang, dia juga dijanjikan mendapatkan Jin yang mampu menolongnya memperoleh kekayaan. “Saya kenal melalui anaknya Jito (30) warga Desa Sodo,Paliyan, saya kenal sudah beberapa bulan yang lalu. Warno mengaku bisa mendatangkan Jin tapi hingga saya mengeluarkan uang sampai saat ini kurang lebih Rp200 juta tidak ada buktinya, padahal saya sudah menjual rumah mobil dan hutang sana-sini,” kata Muhamad.

Sementara Kapolsek Paliyan AKP Rachmad Dewanto menyatakan, perbuatan tersangka yang mengaku dukun bisa mendatangkan Jin diduga sudah berlangsung lama. Sehingga diduga kuat korban akan terus bertambah.

”Saat ini pelaku sudah kami amankan, kami masih memeriksa korban dan sejumlah saksi,” kata Rachmad.

Sumber : okezone.com

Mojokerto Dihebohkan Jenglot Ular Berkepala Manusia

Jenglot ualr berkepala manusia di Mojokerto, Jatim. (Dok: Sun TV)
Jenglot ular berkepala manusia di Mojokerto, Jatim. (Dok: Sun TV)
MOJOKERTO - Warga Desa Pakis, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, dihebohkan dengan penemuan jenglot berwujud ular berkepala manusia.

Jenglot tersebut ditemukan warga di kolam peninggalan Kerajaan Majapahit, Segaran. Penemuan itu membuat penasaran warga. Mereka berdatangan untuk menyaksikan jenglot tersebut dari dekat.

Sejak ditemukan pada Kamis dini hari kemarin, ratusan warga mulai mendatangi ke rumah Felix Yulian Amin (14), warga Desa Pakis.

Menurut Felix, jenglot berkepala manusia itu ditemukannya saat memancing di kolam Segaran pada tengah malam.

Namun saat mengangkat benang pancing, tiba-tiba muncul ular dengan kepala manusia tersebut. Tanpa takut, dia membawa pulang jenglot tersebut.

Jenglot berbentuk ular kepala manusia itu ditempatkan di aquarium dan diberi bunga-bunga sesaji di sekitarnya. Jenglot berbentuk ular dengan panjang 1 meter.

Kepalanya berbentuk tengkorak manusia lengkap dengan rambut panjang serta tangan menyilang di dada.

Rudi, salah seorang warga mengaku sengaja datang dari Kecamatan Jatirejo untuk membuktikan sendiri kebenaran berita yang sampai ke telinganya.

Karena ratusan warga terus berdatangan, pihak desa terpaksa menutup jalan dan meminta warga untuk menyaksikan secara bergantian. Warga yang tidak sabar bahkan terpaksa berdesak-desakan hingga petugas pengamanan desa setempat kewalahan mengatur warga. Felix mengaku tidak akan menjual jenglot tersebut dan akan menyimpannya.

Sumber : okezone.com

Penemuan Ular Berkaki Empat Hebohkan Warga Yogyakarta


VIVAnews -- Masyarakat Dusun Kepuh, Desa Mulyodadi, Kecamatan Bambalipuro, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta dihebohkan dengan penemuan ular yang mempunyai kaki empat. Ular itu ditemukan oleh Widoyo (35) yang sedang bekerja membenarkan septic tank di rumah warga bernama Suroyo.

“Saat saya sedang menyelesaikan septic tank, saya melihat ada binatang seperti ular kecil, namun bergerak dengan empat kaki,” kata Widoyo, Minggu, 11 September 2011.

Ular kecil berkaki empat tersebut ditangkap dengan menggunakan botol air mineral. “Saya giring ular berkaki empat itu ke arah botol. Setelah masuk botol mineral itu saya tutup dengan sobekan plastik,” paparnya.

Sementara itu, sang pemilik rumah, Suroyo mengatakan ular berkaki empat itu kini telah dimasukkan ke dalam toples. Ular berkaki empat itu kata Suroyo sangat mirip dengan kadal. Namun ukuran kakinya tak sesuai dengan panjang ular yang mencapai sekitar 20 cm dengan besar sejari kelingking balita.

“Kakinya empat, namun kecil-kecil. Kaki itu berfungsi normal dan dapat berjalan dengan cepat. Tubuh ular juga ikut menggeliat layaknya ular kalau bergerak,”tandasnya

Temuan ular berkaki emat pada hari Rabu (7/9) langsung menyebar ke tetangga dan kampung sebelah sehingga warga penasaran dan ingin melihat ular berkaki empat tersebut. “Warga berbondong-bondong datang ke rumah karena penasaran ada ular berkaki empat,” kata Suroyo.

Suroyo mengaku beberapa tetangga menyebut ular yang ditangkap tukang yang bekerja dirumahnya merupakan ular tanah. “Kata salah seorang pawang ular, nama ular tersebut adalah ular tanah. Namun anehnya mempunyai kaki empat,” tukasnya.

Sementara itu, Ketua RT, Slamet mengatakan sejak penemuan ular tesebut rumah Suroyo banyak didatangi warga yang penasaran bentuk ulat yang berkaki empat. “Hari Sabtu kemarin bahkan anak-anak SD Grogol datang untuk melihat ular berkaki empat itu,” ujar dia.

Sumber : vivanews.com

Manusia Pemakan Ayam Hidup Jalani Therapi Psikis



Sidoarjo
- Miskaulah (38) warga RT 12 RW 5 Dusun Jangan Asem Desa Trompo Asri Jabon yang punya kebiasaan makan ayam hidup, dibawa ke RSUD Sidoarjo.


Janda tambun beranak 2 itu disarankan untuk menjalani terapi dan pengobatan agar kebiasaan anehnya hilang. Dalam penanganan di RSUD, Miskaulah diperiksa di ruangan poli psikiatri RSUD Sidoarjo.

Kedatangan wanita yang mempunyai nama akrap Pretty di RSUD Sidoarjo itu juga mengundang perhatian banyak orang di RSUD yang sedang menjenguk keluarganya.

Dr Syamsul Rahmadi sepesialis syaraf RSUD Sidoarjo, yang menangani Miskaulah menjelaskan secara klinis medis, bukan semacam gangguan. Itu akibat pola makan sejak kecil yang terbiasa.

Dia menyebut, kebiasaan memakan ayam hidup juga mulai berkurang. Dulu yang biasanya 5 ekor ayam besar perhari, kemudian hanya 2 ekor ukuran besar dan menyusut lagi kini tinggal 2 ekor dan sifatnya kecil-kecil. ''Alhamdulillah, Miskaulah juga punya iktikad baik untuk mengakhiri kebiasaan anehnya itu,'' ujarnya Rabu (15/6/2011).

Nantinya, lanjut dia, Miskaulah juga akan dilab secara lengkap untuk mengetahui penyakit yang ada. Dia setiap harinya memakan ayam yang juga meminum darahnya sekalian, yang tentunya tidak steril. ''Konsekwensi darah yang tidak steril, akan ada bakteri dan itu berbahaya,'' terang dia.

Dr Liana sepesialis kejiwaan yang menangani Pretty juga bersyukur karena yang bersangkutan ingin mengakhiri kebiasaan aneh itu. Penanganan yang dilakukan kepada Miskaulah akan meliputi terapi psikis dan pengobatan. Dia juga sangat koperatif dalam pemeriksaan yang harus dilakukan di RSUD. ''Ia ingin hilangkan kebiasaan langkanya itu,'' tuturnya menirukan pengakuan Miskaulah.

Setiba di RSUD Sidoarjo, badan Miskaulah sempat lemas dan dingin karena tidak boleh makan ayam hidup. Pihaknya RSUD menyediakan makanan untuk Miskaulah dan sempat akan ditolak. Setelah dipaksa, akhirnya Miskaulah bersedia makan nasi, tapi porsinya sedikit sedikit sekali.

Miskaulah juga menandaskan kalau dirinya ingin sehat dan normal makan nasi seperti orang umumnya. Ini dilakukannya agar kedua anaknya yang hidup bersamanya, tidak malu dan takut dioloki teman-temannya disekolah. ''Dari dulu saya ingin mengakhiri kebiasaan ini. Mudah-mudahan dalam terapi dan pengobatan di RSUD ini berhasil,'' tutur dia dengan mengamininya.

Sumber : beritajatim.com

Makhluk "Buncul" Halus Hebohkan Warga Cirebon


Sejumlah warga menyaksikan Buncul, makhluk halus dari Cirebon.
CIREBON - Penangkapan Buncul, sejenis makhluk halus yang bisa dilihat kasat mata, hebohkan warga Cirebon, Jawa Barat. Untuk bisa melihat makhluk tersebut warga terlebih dahulu membayar karcis Rp1.000.

Buncul pertama kali ditemukan di Sungai Soka oleh Jamil (27) warga Blok Desa, RT 07/02 Desa Pamijahan, Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon. Keberadaan siluman berambut panjang yang biasa menghuni air di Sungai Soka sudah diketahui warga sejak puluhan tahun lalu. Namun sejauh itu belum ada yang berani menangkap.


“Selama ini memang banyak warga yang mengaku pernah melihat makhluk halus tersebut, tapi baru Jamil yang berhasil menangkap,” kata Mulyana (50) warga Pamijahan, Senin (17/1/2011).


Oleh warga, pria tuna rungu ini dikenal sebagai orang pintar. Jamil berhasil menangkap buncul pada Senin subuh, kemarin. Makhluk halus yang ditangkap Jamil wajahnya seperti kera, ukurannya kecil, berwarna hitam, berambut panjang, memiliki dua tangan berkuku tajam, bergigi putih tajam, memiliki taring. Saat pertama kali ditemukan, makhluk tersebut masih hidup dan dimasukkan dalam akuarium serta ditaburi kembang tujuh rupa.


“Waktu pertama ditemukan ukurannya masih besar tapi kemudian semakin mengecil,” ungkap Didi, rekan Jamil yang mengaku ikut memburu buncul tersebut.


Menurutnya, mahluk itu sengaja tidak diberi air atau diletakkan di atas tanah karena dikhawatirkan akan hidup dan ukurannya bertambah besar.


Informasi yang berhasil dihimpun, penangkapan Buncul berawal dari penuturan seorang warga yang mengaku rambutnya pernah ditarik makhluk halus saat mandi di Sungai Soka.


Cerita salah seorang warga tersebut rupanya membuat Jamil penasaran, hingga pada Minggu 16 Januari malam sekira pukul 20.00 WIB dia dan teman-temannya pergi ke Sungai Soka untuk menangkap Buncul.


Setelah melakukan ritual, dia berhasil menemukan sepasang buncul di sela-sela batu cadas. “Kami hanya berhasil menangkap Buncul laki-laki yang ada kumisnya. Sementara buncul perempuan berhasil kabur,” ucap Didi.


Menurutnya, mahluk itu baru bisa ditangkap pada sekira pukul 00.00 WIB setelah air dikuras dan lumpur digali hingga kedalaman 50 sentimeter.


Buncul tangkapan Jamil pun menjadi tontonan warga. Bahkan ratusan warga berdesakan ingin melihat dari dekat makhluk halus yang disimpan di Gedung Olahraga (GOR) Desa Pamijahan. Tidak sedikit warga yang berebut mengambil gambar mahluk berbentuk aneh tersebut.
Sumber : unikaja.com

Suara 'Tangisan' dari Makam ABG Desi Hebohkan TPU Prumpung



Jakarta
- Ratusan orang berbondong-bondong menyambangi TPU Prumpung, Jakarta Timur. Warga penasaran dengar kabar ada suara tangisan yang disebut-sebut keluar dari makam Desi yang baru dikuburkan 18 Februari 2011.

Pengamatan detikcom, Selasa (22/2/2011), warga terkonsentrasi di sekitar makam Desi. Makam Desi hanya berhias nisan warna hitam dengan tulisan yang mengukir namanya.

Desi lahir 14 Desember 1995 dan meninggal dunia 18 Februari 2011. Makam Desi masih bertabur bunga yang telah mengering.

Wakil Lurah Cibesut, Bambang N, mengaku diperintahkan atasannya untuk mengecek informasi yang semula disebut ada pembongkaran kuburan. Saat di lokasi, ia melihat banyak warga berkerumun di makam Desi.

"Setelah saya cek di lapangan, isunya lain lagi. Saya dengar dari warga yang di lapangan, ada orang nangis di dalam makam Desi," kata Bambang.

Bambang lalu meminta warga untuk membuktikan kabar itu. Warga diminta diam dan mendengarkan apakah benar ada suara tangisan yang keluar dari makam Desi atau tidak.

"Saya suruh warga diam, dengerin, ternyata tidak ada yang menangis. Pembongkaran makam juga tidak ada. Nggak mudah," ujar pria yang mengenakan baju dinas warna coklat muda ini.

Bambang dengan dibantu 5 petugas Satpol PP mengimbau warga segera meninggalkan makam. "Kita pelan-pelan nanti meminta mereka pulang," kata Bambang.

Meski tidak ada suara tangisan dari makam Desi, warga masih terus berdatangan. Mayoritas mereka ibu-ibu dan anak-anak. "Saya tanya, mereka katanya mendengar ada suara tangisan dari makam Desi. Makanya saya juga penasaran ke sini," kata seorang warga, Wisnu, yang tinggal di dekat TPU Prumpung, RT 11 RW 6, Prumpung, Jakarta Timur, ini.

Hal yang sama juga disampaikan Rodiah (62). "Saya tahu kabar dari tetangga saat pulang dari pasar. Katanya ada ramai-ramai di kuburan. Saya penasaran dan datang ke sini," kata Rodiah.

Keramaian warga juga dijadikan ajang bagi pedagang kecil mengeruk rezeki. Pedagang menggelar dagangannya seperti makanan, dan minuman.

Sumber : detiknews.com

Jumat, 20 Mei 2011

Ayam "Bugil" dari Solo


Kliwon, si ayam bondol (Fajar Sodik | Solo)

SOLO - Pada umumnya ayam memiki bulu yang lebat untuk menutupi bagin kulit, namun di Solo terdapat satu ekor ayam yang cukup unik karena tidak memiliki satu pun bulu atau brondol. Sehingga ayam milik Sumijan itu mirip seperti ayam yang sudah siap untuk dimasak.

Ayam yang dinamai Kliwom tersebut nampak berbeda sekali dengan tujuh ayam saudaranya yang sedang mencari makan di pelataran halaman rumah Sumijan. Sumijan menceritakan, sejak menetas Kliwon memang tidak memiliki bulu seperti halnya ayam pada umumnya.


Usut punya usut, Sumijan mengakui jika ketika akan menetas telur tersebut, pada malam harinya ia mimpi ditemui oleh orang yang berbaju putih. Pada esok harinya, delapan telur yang dierami induknya langsung menetas. Namun, anehnya hanya ada satu ekor yang tidak memiliki bulu.

"Sejak lahir memang brondol tidak ada bulunya. Selain itu, lubang pori-pori sebagai tempat tumbuhnya bulu juga tidak terlihat," kata Sujiman di Solo, Sabtu, 12 Juni 2010.

Meskipun tidak memiliki bulu, Kliwon tidak merasa kedinginan kalau malam. Hal ini dikarenakan tujuh ekor ayam saudaranya selalu tidur bareng di kandang. "Kliwon tidak merasa dingin atau panas walaupun di badannya tidak ada bulu yang menutupinya," terang Sumijan yang rumahnya terletak di komplek Pura Mangkunegaran Solo.

Sementara itu mengenai asal muasal nama Kliwon, Sumijan menerangkan kalau ayam brondolnya itu menetas tepat pada hari Selasa Kliwon, 23 Maret 2010. Dengan demikian, ia pun menamai ayamnya itu dengan nama Kliwon. "Sekarang ini umurnya kalau dihitung-hitung sudah sekitar tiga bulan," jelasnya.

Selain tidak memiliki bulu, Kliwon juga menunjukkan keunikan lainnya. Sebab, pakan yang dikonsumsi hanya beras merah. Selain itu, Kliwon tidak mau makan. "Kalau ayam lainnya itu pakan jagung mau makan tapi Kliwon maunya makan hanya dikasih pakan beras merah," tutur dia.

Karena tergolong ayam unik, Sumijan mengaku sudah banyak orang yang menawar untuk bisa membeli si Kliwon. Hanya saja ia menolak untuk menjualnya karena merasa kasihan kepada ayam tersebut. "Nanti kalau dibeli terus disembelih kan kasihan. Padahal, kemarin sudah ada yang menawar hingga Rp 300 ribu," sebut Sumijan.

Sumber : vivanews.com

Sabtu, 07 Mei 2011

Kambing Berkepala Dua Hebohkan Warga Bekasi



BEKASI - Kambing berkepala dua yang baru dilahirkan sang induk menghebohkan warga Kampung Tambelang, Desa Sukarapih, Tambelang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Kambing tersebut milik Pak Mur,40, seorang petani, menyusu pakai botol seperti bayi lantaran tak bisa berjalan.

Hingga Kamis (5/5) siang warga terus berdatangan ingin menyaksikan kambing berkepala dua tersebut. Pak Mur menempatkan kambing yang baru sehari dilahirkan itu dipisahkan dari induknya ke kotak plastik yang biasa digunakan untuk menempatkan pakaian kotor.

Menurut Mur, induk kambing betina yang dibelinya 10 bulan lalu seharga Rp 500 ribu dari tetangganya Kein, melahirkan di kandang pada Rabu (4/5) sore. Lahir pertama sekitar pukul 17.00, seekor kambing betina bertubuh normal dan langsung bisa berdiri. Selang satu jam kemudian induk betina melahirkan kembali bayi kambing betina, namun berkepala dua dan tidak bisa berjalan.

Mur melihat anak kambingnya ini kurang normal, kemudian memindahkannya ke kotak plastik dengan diberi penghangat seperti pakaian bekas. Dan untuk asupan gizinya Mur memberinya susu pakai botol. Warga pun berdatangan ke rumah Mur.

“Saya tak ada firasat apa-apa. Kambing itu akan saya pelihara sampai besar nanti. Mudah-mudahan saja bisa hidup. Ini kelahiran bayi yang keenam,” papar Mur, mengutip keterangan Kein, tetangganya pemilik pertama kambing ini.

Sumber : poskota.co.id