Tampilkan postingan dengan label Telekomunikasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Telekomunikasi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 16 Juni 2011

Review IMO B9800, Kombinasi Layar Sentuh dan keypad QWERTY

IMO membuat gebrakan baru dengan merilis B9800. Inilah ponsel pertamanya yang mengandalkan metode dual input yakni sentuh dan QWERTY fisik. Tak hanya itu, IMO B9800 tampil dalam konsep slider dengan tampilan menyerupai Blackberry Torch.

Disain
Meski tidak sepenuhnya mirip, namun IMO B9800 benar-benar memiliki tampilan ala Blackberry Torch. Belum lagi sajian layar sentuh dan keypad QWERTY-nya. Tak bisa dipungkiri lagi, ponsel keluaran vendor lokal ini bisa membuat terkecoh kalangan awam.

Saat slider tertutup, IMO B9800 memiliki bentuk dinamis dengan sudut membulat pada bagian bawahnya. Memunculkan kesan sebagai ponsel dengan konsep full layar sentuh. Di bawah layarnya yang mendominasi penampang depan, IMO B9800 menyisipkan beberapa tombol.

Di tengah tertanam trackpad untuk navigasi, kemudian di sisi kirinya ada tombol fisik untuk mengakses menu dan tombol call. Di sebelah kanan trackpad berjajar tombol fisik dengan fungsi back dan tombol untuk mematikan atau menghidupkan ponsel yang sekaligus bisa dipakai mengakhiri panggilan.

Nah, saat slider dibuka, Anda akan mendapatkan keyboard QWERTY. Engsel yang mengatur mekanisme geser pada IMO B9800 terasa ‘mantap’ saat dibuka tutup. Posisi tuts QWERTY ini agak menjorok ke dalam. Agak merepotkan bagi yang belum terbiasa, tapi lama kelamaan jari akan ‘familiar’.

Layar & Menu
IMO B9800 sudah dibenami layar berukuran 2,8 inci dengan 262 ribu warna pada resolusi 320×240 piksel. Gambar yang tertampil di layar cukup jernih dan tajam. Oh ya, layar sentuh pada ponsel ini menganut teknologi resistive. Jadi, Anda bisa mengakses menu dan melakukan navigasi pada layar dengan stylus atau pun jari. Cukup responsif meski tak sebaik ponsel berlayar capacitive.

Memasuki homescreen IMO B9800 Anda akan menemukan delapan buah shortcut. Melihat dari ikon-nya saja sudah bisa menebak kegunaan masing-masing shortcut. Yakni shortcut untuk mengakses Twitter, tabloidpulsa.co.id, Planet Imo, Opera Mini, eBuddy, radio FM, TV analog dan Facebook.

Selanjutnya, dengan menekan tombol bergambar rumah (menu), Anda akan dibawa ke menu utama. Di situ bisa dijumpai halaman yang dihiasi bermacam ikon dalam format grid 4x4. Interface di menu utama ini sedikit banyak mirip dengan yang biasa ditemukan dalam Blackberry meski hanya ‘kulitnya’ saja.

Multimedia
Untuk kamera, B9800 menyematkan dua lensa, di sisi muka dan belakang. Di bagian belakang (primary) ditanami resolusi 1280x1024 piksel dan di depan (secondary) hadir dengan resolusi resolusi VGA (640×480 piksel). Kamera depannya bisa dipakai untuk mendukung layanan video chat.

Fitur kamera dalam ponsel ini termasuk standar. Hasilnya lumayan untuk kondisi outdoor. Obyek foto terlihat detil meski ketajamnnya tak terlalu baik. Sementara dalam kondisi indoor, hasil foto sedikit kurang memuaskan lantaran tak didukung lampu kilat. Kamera ini bisa pula dipakai merekam video resolusi rendah.

Pemutar musiknya masih khas interface ponsel Cina. Tapi dukungan audio efect (equalizer, 3D surround sound), bass enhancement dan play speed menambah variasi sekotor audio. Suara yang keluar sudah cukup memuaskan, apalagi saat dijajal dengan headset 3,5 mm.

IMO B9800 juga dilengkapi dengan radio FM yang bisa merekam siaran juga pemutar dan juga video player. Tak ketinggalan fitur TV analog menjadi bagian tak terpisahkan dari fitur hiburan ponsel ini.

Konektivitas & Internet
Ponsel ini sudah mendukung akses internet via jalur data GPRS/EDGE. Sudah bisa membuka halaman website biasa lewat WAP browser atau Opera Mini. Menariknya, Anda juga akan menemukan fitur Wi-fi dalam IMO B9800. Pengaturannya relatif mudah dan daya tangkap sinyalnya baik. Soal konektivitas, sudah tersedia Bluetooth dan micro USB.

Fitur Lain
Terdapat banyak fitur menarik yang hadir dalam IMO B9800. Antar lain aplikasi Facebook khusus dan Twitter. Buat yang doyan chatting, sang vendor menanamkan pula eBuddy dan IMO chat.

Oh ya, Planet IMO hadir sebagai solusi buat pengguna ponsel IMO yang gemar menambahkan aplikasi, theme atau wallpaper. Ada juga launcher PULSA, Blacklist, Privacy, Mobile tracker, World clock, Calendar, Calculator, Alarm, Schedule, E-book reader.

Kesimpulan
IMO B9800 tampil unik dengan kombinasi layar sentuh dan keypad QWERTY yang terlihat mewah. Tapi jangan salah, Anda hanya cukup merogoh kocek di bawah sejuta rupiah untuk bisa memboyongnya ke rumah. Fitur yang dibenamkan pun relatif lengkap mulai dari fasilitas multimedia seperti TV analog hingga aplikasi tambahan yang menarik. (hp)

Spesifikasi :

Harga Baru:Rp. 990.000
Harga Bekas:-
Network:Dual band 900/1800 MHz
Ukuran/Berat:103 x 58 x 14.3 mm
Layar:Touchscreen 262K warna
Ukuran layar:2,8 inci
Audio Jack:-
Fitur Audio:Polifonik 64 chanel, MP3 Ringtones
Speakerphone:Ya
Memori Internal:-
Memory External:Micro SD
3G:-
EDGE:Ya, Class 10
GPRS:Ya, Class 10
WLAN:Ya
Bluetooth:Ya, 2.0
Infrared:-
Cable Port:Mini USB 2.0
Kamera Belakang:VGA
Kamera Depan:VGA
Video Record:Ya
OS:-
CPU:-
Browser:WAP 2.0
GPS:-
Messaging:SMS, MMS
Java:-
Radio:FM Radio
Stand by:-
Talk Time:-
Tipe Baterai:Li-Ion 1000mAh
Video Player:MP4 Player
MP3 Player:MP3 Player
Audio Record:Ya
Multiple SIM Card:Dual on GSM
TV:Ya, TV analog

Sumber : tabloidpulsa.co.id

Review Samsung GT-I9003 aka Galaxy SL

Bisa dibilang, Galaxy S adalah ponsel tersukses yang pernah diproduksiSamsung hingga saat ini. Dalam rentan waktu 7 bulan (Juni 2010- Des 2011) Samsung mengklaim menjual 10 juta unit di seluruh dunia.

Diakui atau tidak, hal tersebutlah yang menjadi salah satu alasan Samsung meluncurkan produk terbarunya GT-I9003 atau lebih populer dengan sebutan Galaxy SL.

Desain

Dimensi 12.37 x 6.42 x 1.06 cm, berat 131 gram, display Gorilla Glass, plastik glossy dibagian belakang, 3 tombol dibawah layar (menu, back dan home), tombol power di sisi kanan, pengatur volume di sisi kiri.

Desain Galaxy SL identik dengan pendahulunya, Galaxy S. Perbedaan terletakpada dimensi dan baru terasa ketika dipegang bersamaan.

Meski menggunakan material yang sama, Galaxy SL terasa lebih kokoh dan mantap digenggamdibanding Galaxy S. Hal tersebut mungkin merupakan efek dari bobotnya yang memang sedikit lebih berat.
Soal komposisi tombol, PULSA menyayangkan absennya tombol shutter kamera yang sebelumnya juga tak ada di Galaxy S.

Layar

Layar sentuh kapasitif SC-LCD, 16 juta warna, 4 inci, 480x800 piksel
Super AMOLED jelas memiliki kontras yang jauh lebih baik jika dibandingkan dengan dengan SC-LCD, namun bukan berarti SC-LCD memiliki kualitas yang biasa saja. Karena nyatanya PULSA merasa tampilan layar Galaxy SL terbilang lebih baik dari layar TFT LCD yang tertanam pada smartphone sekelasnya.

Jika kembali dibandingkan dengan S-AMOLED, SC-LCD milik Galaxy SL kabarnya mengkonsumsi daya yang lebih banyak, namun Anda tidak perlu khawatir karena untuk ponsel ini Samsung sudah menyertakan baterai dengan daya yang lebih besar 10% dibanding pendahulunya.

OS dan Menu

Android Froyo (v2.2), Touch WIZ UI, 7 buah panel pada homescreen (dapat di-edit), 4 buah ikon shortcut di bagian bawah layar pada homescreen dan menu utama (phone, contacts, messaging dan application/home)

Jika dibandingkan dengan versi Éclair (2.1) pada Galaxy S pengalaman yang didapatkan hampir sama. Hal tersebut berkat Touch WIZ UI yang dibenamkan pada kedua ponsel.

Hal yang berbeda dari versi terdahulu PULSA dapatkan pada notification tab yang bisa diakses dengan menggesernya dari bagian atas layar ke bawah. Jika pada notification tab Galaxy S dengan Android v 2.1 hanya terdapat 4 buah toggle yaitu Wi-Fi, Bluetooth, GPS dan Mute, maka pada versi 2.2 yang terpasang pada Galaxy SL ini Samsung menambahkan toggle auto rotation yang sebelumnya hanya bisa diakses pada menu setting.
Selain itu pada versi ini Samsung juga menambahkan task manager bawaan yang tidak didapati pada versi sebelumnya, jadi paling tidak Anda tidak perlu menambahkan aplikasi task manager pihak ketiga jika membutuhkannya.

Kamera Foto

5 MP (2592x1994), autofocus, geo-tagging, fokus melalui sentuhan, smile shot dan face detection, kamera sekunder VGA.

Fitur kamera foto Galaxy SL memiliki 4 shooting mode dan 14 scene mode yang bisa diakses langsung dari panel di sebelah kiri layar.

Pengoperasiannya terbilang mudah. Untuk mendapatkan fokus Anda dapat menahan tombol shutter virtual atau menyentuh bagiana pada viewfinder yang ingin dijadikan titik fokus.
Kekurangan Galaxy SL pun masih sama dengan pendahulunya yang terletak pada tidak tersedianya dua elemen penting dari sisi kamera, yaitu lampu flash dan tombol shutter fisik.

Ketika digunakan diluar ruangan dengan pencahayaan yang baik hasil tangkapan kamera Galaxy SL menunjukkan hasil dengan ketajaman yang apik. Warna yang ditampilkan pun sesuai dengan warna aslinya.

Berbeda ketika dibawa ke dalam ruangan dengan pencahayaan seadanya, kamera beresolusi maksimal 5 megapiksel ini masih menghasilkan noise.


Perekam Video

Kualitas resolusi maksimal HD 720p (1280x720 piksel), @30fps
Kemampuan Galaxy SL untuk merekam video beresolusi HD rasanya lebih dari cukup untuk sekedar mengabadikan momen spesial bersama keluarga.

Anda juga dapat mengaplikasikan satu dari empat pilihan effect, yaitu normal, negative, BW dan sepia. Selain itu Anda juga dapat menemukan pengaturan white balance, kualitas video, contrast, saturation dan sharpness. Semuanya dapat ditemukan dengan menekan tombol virtual setting pada sudut kiri bawah layar.

Internet

Browser HTML, Mendukung Flash Player 10.2, multi-windows browsing, pin ch zooming, RSS feeds, share page.

Berinternet ria menggunakan Galaxy SL tentu menyenangkan, selain dukungan layar 4 inchi yang mampu memuaskan mata, browser bawaan ponsel ini pun terbilang kaya fitur. Apalagi ponsel ini juga sudah mendukung Adobe Flash 10.2, yang menjamin kepuasan ketika mengakses situs bermuatan flash. Sebelumnya Galaxy S hanya mendukung FlashLite 3.1.

Anda pun bisa dengan leluasa memilih tampilan portrait atau landscape hanya dengan memutar orientasi ponsel ketika berinternet. Selain browser, Galaxy SL juga dilengkapi dengan berbagai aplikasi berbasis internet, seperti Daily Briefing, Gmail, Google search, Google places, Google Talk dan Youtube.

Benchmark

Aplikasi yang digunakan: Quadrant Standard Edition oleh Aurora Softwork
Dari hasil test benchmark yang PULSA lakukan, Galaxy SL mencetak angka 829, yang membuatnya berada diantara Galaxy S dan Nexus One v 2.1

Konektifitas
GSM quad band, HSDPA Tri band, Bluetooth 3.0 A2DP, micro

USB 2.0 (tersedia di sisi atas ponsel), GPRS 12, EDGE 12, HSDPA 7.2 Mbps, HSUPA 5.76 Mbps, WiFi, DLNA, Mobile AP, Tethering


Tak perlu banyak bercerita soal konektifitas. Anda tentu bisa membayangkan sendiri dari spesifikasi di atas. Yang menarik dari sektor ini tentu saja fitur Mobile AP dan Tethering. Pada dasarnya kedua fitur berfungsi sama yakni membagi jalur operator yang dimiliki dengan perangkat lain. Bedanya sarana yang digunakan Mobile AP adalah wi-fi sedang tethering memanfaatkan USB. Keduanya dapat dijalankan melalui Settings> Wireless and network

Video Player

Video player mendukung format 3gp, mp4, m4v, avi

Berbagai koleksi gambar dan video dapat diakses melalui menu gallery, di dalamnya koleksi Anda diklasifikasikan berdasarkan jenis dan folder penyimpanannya. Gambar bisa dinikmati dalam orientasi portrait atau landscape sesuai kebutuhan dan untuk melakukan zooming Anda cukup mencubit layar (pinch zoom).

Selain melalui gallery, koleksi video Anda juga bisa diakses melalui pilihan video player yang tampilannya lebih bersahabat dengan detail nama dan durasi video. Ketika dimainkan video player menyajikan video dalam bentuk fullscreen. Panel kontrol terdapat di bagian bawah layar (orientasi landscape) dan muncul ketika Anda menyentuh layar.

Audio

6 alternatif efek audio, 9 pengaturan equalizer, efek audio 5.1 channel, mendukung mp3, amr, wav

Fitur pemutar musik Galaxy SL bisa diakses langsung dari menu utama. Pada tampilan awalnya, pemutar musik Galaxy SL menampilkan seluruh koleksi Anda. Anda bisa merubah tampilan daftar berdasarkan playlist, album atau artis dengan memilih pada panel yang tersedia pada sisi atas layar.

Tampilan ketika musik diputar secara default terbilang biasa saja. Layar menampilkan kontrol di sisi bawah dan album art di tengah layar. Jika bosan, Anda dapat menambahkan visualisasi yang akan menjadi latar depan (foreground) album art dengan menekan tombol menu, pilih more> settings dan centang pilihan visualization. Selain itu Anda juga dapat memilih tampilan Disc View yang tersedia ketika menekan tombol menu.

Fitur Lain
Aldiko Ebook, Layar, Thinkfree Office, News & Weather, Navigation, Maps, Places dan Android Market

PULSA menemukan beberapa aplikasi menarik yang tertanam secara default dalam Galaxy SL. Aldiko Ebook yang sesuai namanya berfungsi untuk membaca buku digital atau yang lebih populer dengan sebutan ebook. Tersedia 2 buku yang bisa langsung dibaca, Pride & Prejudice dan The Adventure of Sherlock Homes. Untuk menambahkan koleksi buku Anda dapat menekan tombol menu dan memilih “Get more books”. Pada pilihan tersebut tersedia banyak sekali ebook yang dapat di download secara gratis.

Ada juga aplikasi bertajuk “Layar”. Aplikasi yang berbasis augmented reality memungkinkan Anda menemukan informasi mengenai obyek khusus dari lokasi tertentu seperti stasiun, kafe dan sebagainya via kamera ponsel.

Selain itu Galaxy SL juga menawarkan aplikasi Thinkfree Office yang berfungsi sebagai document viewer, News & Weather yang menginformasikan kepada Anda tentang berita ter-update dan ramalan cuaca, dan Navigation, Maps juga Places yang siap memudahkan perjalanan Anda.

Masih kurang? Seperti biasa cukup akses Android Market untuk menambahkan aplikasi yang diperlukan.
Rating: 4
Kelebihan
• Android 2.2
• Layar SC- LCD
• Mendukung Flash player 10.2
• Memiliki banyak kemiripan dengan Galaxy S dengan harga lebih murah
Kekurangan
• Kamera tanpa flash dan Shutter fisik

Kesimpulan
Sejatinya PULSA merasakan pengalaman menggunakan ponsel yang sama dengan Galaxy S ketika memakai ponsel ini. Perbedaan paling terasa hanya PULSA temukan pada layar Galaxy SL yang kualitasnya di bawah pendahulunya tersebut.
Tapi jika ditilik dari segi harga tampaknya ponsel ini sangat pantas dimiliki, apalagi bagi Anda yang belum sempat merasakan asyiknya menggunakan Galaxy S.

Sumber : tabloidpulsa.co.id

Review Motorola CHARM, Éclair Unik dengan sajian Touch and Type


Motorola bukan nama baru di segmen ponsel berplatform Android. Vendor asal AS ini kerap mengemas ponsel berbasis OS Google dengan disain yang tak biasa. Salah satunya adalah Motorola Charm, ponsel berdisain minimalis dengan keypad QWERTY yang tampil dengan karakter unik. Lantas apa saja sajian fitur tak biasa yang dikemas ponsel ini?

Disain
Tampil sebagai ponsel berplatform OS Android, Motorola Charm layak masuk dalam kategori smartphone. Charm juga menonjolkan posisinya sebagai ponsel untuk segmen ‘community’, hal tersebut terlihat pada tampilannya yang menunjang keypad QWERTY.

Secara fisik, bodi ponsel terbuat dari material plastik yang dikombinasi dengan karet halus pada balutan. Secara dimensi, Charm memberikan kesan 'lebar' saat pertama kali kita menggenggamnya. Pada bagian kiri ponsel, kita menemukan port berjenis micro USB untuk kepentingan charger dan kabel data yang sederet switch zoom (+/-). Melirik pada formasi atas kita mendapatkan switch power (on/off) dan jack audio universal 3,5 mm yang tersemat dengan kesan minimalis.
Menelisik jauh pada bagian muka, ponsel ini dibekali jajaran keypad QWERTY yang menemani layar sentuh anti gores Gorilla Glass. Tiga ikon sentuh tersemat persis di antara layar dan jajaran keypad yang masing-masing dapat dipakai mengakses shortcut, menu dan back. Pada keypad QWERTY juga terdapat tombol shortcut yang mewakili akses perpesanan, kamera, dan search, Posisinya persis di sebelah bar spasi yang membuatnya lebih efisien.

Pada bagian belakang, Motorola Charm menyajikan sesuatu yang tak biasa berupa trackpad yang cukup lebar untuk bisa diakses dua jari. Pada bagian ini Charm menyebutnya dengan backtrack. Hanya saja disain yang kurang familiar, membuat kalangan yang belum terbiasa jadi canggung memakainya.

Posisi backtrack sendiri sebenarnya cukup strategis, yakni berdampingan dengan kamera berkekuatan 3 megapiksel yang minus LED flash. Sedikit ke bagian bawah, tersemat speaker stereo yang terpapar apik dengan model stick.

Layar & Menu
Lepas dari disain minimalis dan unik, ponsel ini juga ditunjang layar yang mengadopsi teknologi touchscreen berdiagonal 2,8 inci dan support 256 ribu warna untuk memperkuat tampilan antarmuka. Accelerometer sensor UI auto-rotate dan Motoblur UI v1.5 Live Widgets melengkapi kemampuan interface khas Motorola.
Dengan menyediakan shortcut aplikasi dan tampilan nan atraktif, Charm menambah kekayaan antarmuka dengan kemampuan multitouch (aksi zooming dengan mencubit layar). Membuat aksi jelajah web dan aplikasi pemetaan lebih efisien. Melirik pada grid kanan interface, tersedia secara default akses contact, menu dan call dengan konsep vertikal.

Berbekal OS Android Eclair (v2.1) ponsel ini cukup cepat dalam menjalankan kinerjanya. Beberapa aplikasi handal pun tersaji pada jajaran menu, semisal Motorola Phone Portal, Android Market, Navigation dan Quick Office. Sedangkan untuk sarana jejaring sosial Charm menyediakan secara default Myspace dan Facebook. Semuanya dapat ditampilkan sebagai shortcut di desktop.

Soal fitur backtrack, Charm menyediakan pilihan bagi kita untuk dapat melakukan aktivasi (on/off) backtrack pada menu pengaturan. Switch virtual tersebut cukup meminimalisasi kesalahan yang mungkin kita lakukan saat menjelajah menu atau fitur karena belum terbiasa dengan konsep yang diterapkan Charm.
Selain Motorola menyematkan full keypad pada fisik Charm, kita juga akan selalu menemukan keypad virtual ketika hendak mengakses penulisan, baik itu jelajah internet, SMS, maupun aktifitas office. Bagi PULSA itu merupakan sebuah keborosan yang tidak perlu.
Keasyikan menjelajah interface Charm pun didukung oleh jajaran tiga tombol sentuh yang memberikan nuansa khas smartphone. Panel kiri sanggup mengakses perubahan tampilan homescreen saat kita ingin mengganti widget maupun wallpaper. Panel tengah merupakan akses homescreen. Sedangkan panel kanan berfungsi sebagai pembatalan (cancel/back).
Multimedia
Tampil beda, tak membuat Motorola melupakan sarana entertaintment sebagai salah satu fitur hiburan andalan. Sebagai permulaan di sektor ini Charm membenamkan kamera berkekuatan 3,15 megapiksel (2048 x 1536 piksel) sebagai sarana pengabadian gambar.
Walaupun tanpa dukungan LED flash sebagai penyokong pencahayaan, kekayaan bagian ini dihadiri fitur autofokus dan kemampuan geo-tagging. Secara kualitas ponsel ini lumayan baik dalam pengabadian gambar dengan penerangan memadai. Untuk foto sesi indoor kita tak akan risau karena hasilnya bagus, begitu pula saat pengambilan outdoor, hasilnya optimal dengan pencahayaan yang cukup.
Masuk ke sektor audio, ponsel yang telah membenamkan speaker stereo ini tak setengah-setengah dalam menggeber keluaran suara. Cukup baik saat menggunakan speaker eksternal, begitu pun saat kita menikmati tembang favorit melalui headphone via jack audio universal 3,5 mm miliknya. Sound terdengar jernih tanpa noise. Dukungan format MP3/eAAC+/WAV/WMA player, membuat kian leluasa mendengarkan musik pada konversi yang beragam.
Menjelajah sektor video player, ponsel keren ini support beragam format, antara lain MP4/WMV/H.264/H.263 player. Anda bisa menikmati beragam video favorit maupun via You Tube dengan nyaman karena layarnya lapang dan video tampil fullscreen. Satu tambahan lagi, ponsel ini mengakomodasi rekam gerak pada 24 fps.
Mendukung jelajah maya pada basis HSDPA 3.6 Mbps dan HSUPA 2 Mbps, dijamin saat eksplorasi web kita tak menemukan kendala berarti. Begitu pula saat menjalani koneksi via operator maupun Wi-Fi terasa sama asyiknya, terlebih saat dukungan jaringan operator stabil.
Sarana Bluetooth dan koneksi via kabel data bisa menjadi opsi bagi kita guna bertukar file maupun instalasi. Pada beberapa ponsel cerdas besutan Motorola terdapat fitur Moto Phone Portal yang mempermudah koneksi dengan PC maupun Website.

Fitur Lain
Menjelajahi jajaran fitur dan menu Motorola Charm tersedia aplikasi Quick Office, Email, Push Mail, Schedule, Calendar, Digital Compass atau Adobe Reader (download via Android Market). Dan nampaknya fungsi full keypad cukup berperan penting bagi kita yang kerap melakukan aktivitas pengetikan mobile via jajaran QWERTY.

Charm dipersenjatai oleh prosesor TI OMAP3410 600 MHz, yang artinya tak tertutup kemungkinan mampu mendukung upgrade Android Froyo (v2.2). Secara keseluruhan apa yang disajikan oleh ponsel ini cukup mengakomodasi berbagai kebutuhan seperti aktivitas office, jejaring sosial, maupun konektivitas secara mobile.
Kelebihan : QWERTY keypad, layar Gorilla glass, multitouch.
Kekurangan : Backtrack (on/off), android éclair.

Kesimpulan
Karakter tak biasa yang digelontorkan Motorola Charm sejatinya merupakan sebuah inovasi pengembangan teknologi. Namun sebagian kalangan ada yang menganggap hal tersebut sesuatu yang kurang efisien. Salah satu contohnya adalah menyematkan keypad fisik dan virtual dalam satu kemasan.

Soal harga, banderol yang ditawarkan Motorola tercatat tak terlalu mahal guna memboyong ponsel ini. Tapi, nampaknya perlu disertai pertimbangan yang bijak, mengingat selain karakter ponsel kurang familiar, platform Android yang tersemat masih versi 2.1 alias Eclair.

Sumber : tabloidpulsa.co.id

Review IMO Tab X7 Android

Pasar tablet memikat vendor lokal untuk merilis produk sejenis, salah satunya IMO Mobile yang menghadirkan IMO Tab X7 sebagai varian tablet pertamanya. Seperti kita tahu, IMO merupakan penggagas ponsel lokal berbasis Android, artinya platform ini sudah cukup familiar bagi vendor tersebut. Lantas apa saja kelebihan tablet perdana besutan IMO ini?

Disain & Menu
Menilik sisi disain IMO Tab tampil dengan dominasi kaca glossy pada bagian muka dan belakang yang dipercantik dengan list silver, membuat device ini terlihat elegan dan elok. Dengan dimensi 179.3 x 110 x 11.4 mm dan bobot 377 gram, IMO Tab terlihat kompak sebagai sebuah tablet.

Melihat fisik secara horizontal, pada sisi atas tablet kita menemukan slot hotswap guna menyematkan micro SD dan SIM card. Sedangkan untuk kebutuhan charger dan kabel data, slot bertipe mini USB tersemat di bagian kiri bawah tablet.

Selain memiliki disain cukup elegan, IMO Tab juga mengadopsi teknologi layar sentuh kapasitif dengan multi touch, guna jelajah internet serta menikmati navigasi nyaman pada platform Android-nya. Tablet ini memiliki tampilan tajam dan disupport hingga 16 juta warna.



Kamera & Audio Video
Di sektor multimedia, IMO Tab menyediakan dual kamera sebagai media perekam gambar dan gerak. Kamera utama yang terletak pada sisi belakang berkekuatan 3 megapiksel. Sayang, kehadirannya tak dilengkapi LED flash sebagai penyokong cahaya. Namun begitu hasil jepretan kamera ini cukup baik.
Kamera kedua terletak di bagian muka dengan karakter VGA. Lumayan jadi sarana alternatif buat kita yang narsis. Karena berkarakter VGA, maka tak heran kalau hasilnya lebih cenderung buram dan kabur jika terlalu banyak gerak atau ketika digunakan dalam kondisi minim cahaya.

Tampil dengan kemasan full multimedia, IMO Tab menyuguhkan audio player dengan beragam format. Keluaran suaranya pun cukup lumayan, baik ketika menggunakan headphone mapun dual speaker multimedia miliknya.
Serupa dengan sektor bunyi, di ranah video, IMO Tab menawarkan opsi yang cukup lengkap. kita bisa menikmati berbagai macam pilihan tampilan, yakni small, large, dan wide.

Internet & Konektivitas
Untuk jelajah internet, kita bisa menggunakan jalur data 3G/HSDPA. Lumayan cepat saat dijajal via browser bawaannya. Anda juga bisa memanfaatkan Wi-Fi jika ingin menikmati akses hotspot gratis di pusat perbelanjaan atau saat ‘nongkrong’ di ruang publik. Soal konektivitas, IMO Tab sudah didukung Bluetooth dan kabel data mini USB sebagai sarana tansfer data.

Tak hanya itu, fasilitas mobile AP yang mampu berfungsi sebagai mobile hotspot bagi perangkat lain. Terlebih bagi kawan kita yang tak bisa terkoneksi dengan jaringan operator/kehabisan pulsa broadband. Kita bisa melakukan share koneksi guna menikmati internet secara bersama-sama.




Fitur Lain
IMO Tab dipersenjatai prosesor CPU ARM 11 600 mHz, Qualcomm MSM7227. Sudah cukup baik dalam mendukung kinerja platform. Selain menyajikan layanan aplikasi umum yang tersedia secara default, IMO juga menyematkan launcher portal detik.com pada IMO Tab. Selain itu, kepentingan yang terkait dengan office semisal document to go dan notepad juga tertanam secara apik. Tersedia juga aplikasi khas Android seperti Android Market, Google Maps dan Gmail.



Spesifikasi :
Jaringan: GSM/GPRS/EDGE 4 bands(850/900/1800/1900MHz), WCDMA 3g/HSPA 3 bands(900/1900/2100MHz); Dimensi: 179.3(width) x 110(height) x 11.4(depth) millimetres; Bobot: 377 gram; Layar: TFT capacitive multitouch, 256K colors, 800 x 400 pixels, 7 inches,; Kamera: 3. MP; Kamera Sekunder: VGA; Memori: DDR SDRAM 512 MB, microSD up to 32GB; Konektivitas: Wi-Fi 802.11 b/g/n, Bluetooth v2.0 with EDR; Sistem Operasi: Android OS, v2.2 (froyo); Fitur lain: Ambient Light Sensor, G-Sensor ,Built in GPS module, calculator, Calendar, Google Talk Browser, make phone call, digital compass, Gmail, Alarm, Google Maps; Baterai: Lithium Polymer 3240 mAh.

Sumber : tabloidpulsa.co.id