Rabu, 21 September 2011

Kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Tekhnologi Mengungkap tentang Semua Kebenaran dalam Al-Qur'an


Ilmuwan Mesir, Prof Dr Zagloul Mohamed El-Naggar, mengatakan, semakin maju ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek), semakin terungkap pula keajaiban kitab suci Al Quran. "Al Quran bukan buku ilmu pengetahuan, tetapi ayat-ayat mengenai alam semesta (kauniyah) kini terbukti dalam penemuan-penemuan ilmiah di abad modern ini," kata Prof Naggar dalam ceramahnya di Aula Harun Nasution, Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta, Kamis (30/9/2010).

Pakar ilmu bumi (geologi) tersebut mengupas beragam penemuan ilmiah mengenai alam semesta yang mengamini hakikat kebenaran Al Quran. Sebagai contoh, Ayat-6 Surat Al Thur, "Al Bahrul Masjur" (Demi laut yang—di dalam tanah bawah laut itu—ada api). Terbukti secara ilmiah oleh para ahli geologi dan ilmu kelautan bahwa dasar semua samudra dipanasi oleh jutaan ton magma yang keluar dari perut bumi.

Menurut peraih doktor geologi jebolan Universitas Wales, Inggris, pada tahun 1963 itu, magma tersebut keluar melalui jaringan rengkahan raksasa yang secara total merobek lapisan litosfir dan sampai ke lapisan astenosfir.

"Para ilmuwan yang jujur akan kagum melihat kepeloporan Al Quran dan hadis-hadis Nabi terkait petunjuk tentang fakta-fakta ilmiah bumi, yang baru dapat dibuktikan pada akhir abad ke-20 seiring dengan kemajuan iptek," kata ilmuwan yang telah menghafal semua 30 juz Al Quran saat berusia sepuluh tahun itu.

Fakta ilmiah lain, katanya, yaitu Ayat 15 dan 16 Surat At Takwir: "Fala Uqsimu bil khunnas. Al Jawaril Kunnas" (Aku bersumpah dengan bintang-bintang yang tak tampak. Yang bergerak sangat cepat). Prof Naggar menjelaskan, para ulama dahulu menafsirkan ayat tersebut secara metaforis, namun para ahli astronomi pada akhir abad ke-20 menemukan fakta ilmiah, yaitu apa yang disebut black hole (lubang hitam).

Black hole adalah planet yang ditandai dengan densitas yang tinggi dan gravitasi yang kuat, tempat zat dan semua bentuk energi, termasuk cahaya, tidak mungkin lepas dari perangkapnya, katanya. Disebut lubang hitam karena ia sangat gelap tak terlihat, dengan kecepatan geraknya diperkirakan mencapai 300.000 km per detik.

Black hole dianggap sebagai fase tua kehidupan bintang, yang didahului ledakan dan zatnya kembali menjadi nebula. "Fakta ini baru terungkap pada akhir abad ke-20, yakni 14 abad setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW," kata Prof Naggar.

Prof Naggar lahir di Desa Masyal, Provinsi Gharbiah, Mesir. Hidup dalam keluarga yang taat beragama. Ia telah menghafal Al Quran semenjak usia sepuluh tahun.

Lulus dari Fakultas Sains Universitas Kairo pada tahun 1955, lalu melanjutkan kuliah di Universitas Wales, Inggris, hingga meraih gelar doktor bidang geologi pada tahun 1963. Ia telah menulis 45 buku dan 150 artikel ilmiah serta membimbing 45 mahasiswa program master dan doktor di berbagai perguruan tinggi.

Naggar pernah menjadi profesor tamu di Universitas California pada tahun 1977-1978 dan memprakarsai terbentuknya Departemen Geologi pada Universitas Raja Saudi, Arab Saudi, dan Departemen Geologi pada Universitas Kuwait. Prof Naggar dianugerahi sebagai peneliti terbaik untuk Seminar Paleontologi di Roma, Italia, pada tahun 1970. Saat ini ia menjadi Ketua Komite Al-I’Jaz Al Ilmi (Dewan Agung Urusan Islam di Mesir) sejak tahun 2001.

Sumber : ditonews.blogspot.com

Keajaiban-keajaiban Perang GAZA (Palestina VS Israel)


Kisah tentang munculnya “pasukan lain” yang ikut bertempur bersama para mujahidin, semerbak harum jasad para syuhada, serta beberapa peristiwa “aneh” lainnya selama pertempuran, telah beredar di kalangan masyarakat Gaza, ditulis para jurnahs, bahkan disiarkan para khatib Palestina di khutbah-khutbah Jumat mereka.

Berikut ini adalah rangkuman kisah-kisah “ajaib” tersebut dari berbagai sumber untuk kita ingat dan renungkan.

Pasukan "Berseragam Putih" di Gaza
Ada “pasukan lain” membantu para mujahidin Palestina. Pasukan Israel sendiri mengakui adanya pasukan berseragam putih itu.

Suatu hari di penghujung Januari 2009, sebuah rumah milik keluarga Dardunah yang berada di antara Jabal Al Kasyif dan Jabal Ar Rais, tepatnya di jalan Al Qaram, didatangi oleh sekelompok pasukan Israel.

Seluruh anggota keluarga diperintahkan duduk di sebuah ruangan. Salah satu anak laki-laki diinterogasi mengenai ciri-ciri para pejuang al-Qassam.

Saat diinterogasi, sebagaimana ditulis situs Filisthin Al Aan (25/1/2009), mengutip cerita seorang mujahidin al-Qassam, laki-laki itu menjawab dengan jujur bahwa para pejuang al-Qassam mengenakan baju hitam-hitam. Akan tetapi tentara itu malah marah dan memukulnya hingga laki-laki malang itu pingsan.

Selama tiga hari berturut-turut, setiap ditanya, laki-laki itu menjawab bahwa para pejuang al-Qassam memakai seragam hitam. Akhirnya, tentara itu naik pitam dan mengatakan dengan keras, “Wahai pembohong! Mereka itu berseragam putih!”

Cerita lain yang disampaikan penduduk Palestina di situs milik Brigade Izzuddin al-Qassam, Multaqa al-Qasami, juga menyebutkan adanya “pasukan lain” yang tidak dikenal. Awalnya, sebuah ambulan dihentikan oleh sekelompok pasukan Israel. Sopirnya ditanya apakah dia berasal dari kelompok Hamas atau Fatah? Sopir malang itu menjawab, “Saya bukan kelompok mana-mana. Saya cuma sopir ambulan.”

Akan tetapi tentara Israel itu masih bertanya, “Pasukan yang berpakaian putih-putih dibelakangmu tadi, masuk kelompok mana?” Si sopir pun kebingungan, karena ia tidak melihat seorangpun yang berada di belakangnya. “Saya tidak tahu,” jawaban satu-satunya yang ia miliki.

Saksi Serdadu Israel
Cerita tentang “serdadu berseragam putih” tak hanya diungkap oleh mujahidin Palestina atau warga Gaza. Beberapa personel pasukan Israel sendiri menyatakan hal serupa.

Situs al-Qassam memberitakan bahwa TV Channel 10 milik Israel telah menyiarkan seorang anggota pasukan yang ikut serta dalam pertempuran Gaza dan kembali dalam keadaan buta.

“Ketika saya berada di Gaza, seorang tentara berpakaian putih mendatangi saya dan menaburkan pasir di mata saya, hingga saat itu juga saya buta,” kata anggota pasukan ini.

Di tempat lain ada serdadu Israel yang mengatakan mereka pernah berhadapan dengan “hantu”. Mereka tidak diketahui dari mana asalnya, kapan munculnya, dan ke mana menghilangnya.

Masih dari Channel 10, seorang Lentara Israel lainnya mengatakan, “Kami berhadapan dengan pasukan berbaju putih-putih dengan jenggot panjang. Kami tembak dengan senjata, akan tetapi mereka tidak mati.”

Selamat Dengan al-Qur’an
Cerita ini bermula ketika salah seorang pejuang yang menderita luka memasuki rumah sakit As Syifa’. Seorang dokter yang memeriksanya kaget ketika mengelahui ada sepotong proyektil peluru bersarang di saku pejuang tersebut.

Yang membuat ia sangat kaget adalah timah panas itu gagal menembus jantung sang pejuang karena terhalang oleh sebuah buku doa dan mushaf al-Qur’an yang selalu berada di saku sang pejuang.

Buku kumpulun doa itu berlobang, namun hanya sampul muka mushaf itu saja yang rusak, sedangkan proyektil sendiri bentuknya sudah “berantakan”.

Kisah ini disaksikan sendiri oleh Dr Hisam Az Zaghah, dan diceritakannya saat Festival Ikatan Dokter Yordan sebagaimana ditulis situs partai Al Ikhwan Al Muslimun (23/1/2009).

Dr. Hisam juga memperlihatkan bukti berupa sebuah proyektil peluru, mushaf Al Qur’an, serta buku kumpulan doa-doa berjudul Hishnul Muslim yang menahan peluru tersebut.

Abu Ahid, imam Masjid AnNur di Hay As Syeikh Ridzwan, juga punya kisah menarik. Sebelumnya, Israel telah menembakkan 3 rudalnya ke masjid itu hingga tidak tersisa kecuali hanya puing-puing bangunan. “Akan tetapi mushaf-mushaf Al Quran tetap berada di tampatnya dan tidak tersentuh apa-apa,” ucapnya seraya tak henti bertasbih.

“Kami temui beberapa mushaf yang terbuka tepat di ayat-ayat yang mengabarkan tentang kemenangan dan kesabaran, seperti firman Allah, ‘Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar, yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka berkata, sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali,”(Al-Baqarah [2]: 155-156),” jelas Abu Ahid sebagaimana dikutip Islam Online (15/1/2009).

Harum Jasad Para Syuhada
Abdullah As Shani adalah anggota kesatuan sniper (penembak jitu) al-Qassam yang menjadi sasaran rudal pesawat F-16 Israel ketika sedang berada di pos keamanan di Nashirat, Gaza.

Jasad komandan lapangan al-Qassam dan pengawal khusus para tokoh Hamas ini “hilang” setelah terkena rudal. Selama dua hari jasad tersebut dicari, ternyata sudah hancur tak tersisa kecuali serpihan kepala dan dagunya. Serpihan-serpihan tubuh itu kemudian dikumpulkan dan dibawa pulang ke rumah oleh keluarganya untuk dimakamkan.

Sebelum dikebumikan, sebagaimana dirilis situs syiria-aleppo. com (24/1/2009), serpihan jasad tersebut sempat disemayamkan di sebuah ruangan di rumah keluarganya. Beberapa lama kemudian, mendadak muncul bau harum misk dari ruangan penyimpanan serpihan tubuh tadi.

Keluarga Abdullah As Shani’ terkejut lalu memberitahukan kepada orang-orang yang mengenal sang pejuang yang memiliki kuniyah (julukan) Abu Hamzah ini.

Lalu, puluhan orang ramai-ramai mendatangi rumah tersebut untuk mencium bau harum yang berasal dari serpihan-serpihan tubuh yang diletakkan dalam sebuah kantong plastik.

Bahkan, menurut pihak keluarga, 20 hari setelah wafatnya pria yang tak suka menampakkan amalan-amalannya ini, bau harum itu kembali semerbak memenuhi rungan yang sama.

Cerita yang sama terjadi juga pada jenazah Musa Hasan Abu Nar, mujahid Al Qassam yang juga syahid karena serangan udara Israel di Nashiriyah. Dr Abdurrahman Al Jamal, penulis yang bermukim di Gaza, ikut mencium bau harum dari sepotong kain yang terkena darah Musa Hasan Abu Nar. Walau kain itu telah dicuci berkali-kali, bau itu tetap semerbak.

Dua Pekan Wafat, Darah Tetap Mengalir
Yasir Ali Ukasyah sengaja pergi ke Gaza dalam rangka bergabung dengan sayap milisi pejuang Hamas, Brigade Izzuddin al-Qassam. Ia meninggalkan Mesir setelah gerbang Rafah, yang menghubungkan Mesir-Gaza, terbuka beberapa bulan lalu.

Sebelumnya, pemuda yang gemar menghafal al-Qur’an ini sempat mengikuti wisuda huffadz (para penghafal) al-Qur’an di Gaza dan bergabung dengan para mujahidin untuk memperoleh pelatihan militer. Sebelum masuk Gaza, di pertemuan akhir dengan salah satu sahabatnya di Rafah, ia meminta didoakan agar memperoleh kesyahidan.

Untung tak dapat ditolak, malang tak dapat diraih, di bumi jihad Gaza, ia telah memperoleh apa yang ia cita-citakan. Yasir syahid dalam sebuah pertempuran dengan pasukan Israel di kamp pengungsian Jabaliya.

Karena kondisi medan, jasadnya baru bisa dievakuasi setelah dua pekan wafatnya di medan pertempuran tersebut.

Walau sudah dua pekan meninggal, para pejuang yang ikut serta melakukan evakuasi menyaksikan bahwa darah segar pemuda berumur 21 tahun itu masih mengalir dan fisiknya tidak rusak. Kondisinya mirip seperti orang yang sedang tertidur.

Sebelum syahid, para pejuang pernah menawarkan kepadanya untuk menikah dengan salah satu gadis Palestina, namun ia menolak. “Saya meninggalkan keluarga dan tanah air dikarenakan hal yang lebih besar dari itu,” jawabnya.


Terbunuh 1.000, Lahir 3.000
Hilang seribu, tumbuh tiga ribu. Sepertinya, ungkapan ini cocok disematkan kepada penduduk Gaza. Kesedihan rakyat Gaza atas hilangnya nyawa 1.412 putra putrinya, terobati dengan lahirnya 3.700 bayi selama 22 hari gempuran Israel terhadap kota kecil ini.

Hamam Nisman, Direktur Dinas Hubungan Sosial dalam Kementerian Kesehatan pemerintahan Gaza menyatakan bahwa dalam 22 hari 3.700 bayi lahir di Gaza. “Mereka lahir antara tanggal 27 Desember 2008 hingga 17 Januari 2009, ketika Israel melakukan serangan yang menyebabkan meninggalnya 1.412 rakyat Gaza, yang mayoritas wanita dan anak-anak,” katanya.

Bulan Januari tercatat sebagai angka kelahiran tertinggi dibanding bulan-bulan sebelumnya. “Setiap tahun 50 ribu kasus kelahiran tercatat di Gaza. Dan, dalam satu bulan tercatat 3.000 hingga 4.000 kelahiran. Akan tetapi di masa serangan Israel 22 hari, kami mencatat 3.700 kelahiran dan pada sisa bulan Januari tercatat 1.300 kelahiran. Berarti dalam bulan Januari terjadi peningkatan kelahiran hingga 1.000 kasus.

Rasio antara kematian dan kelahiran di Gaza memang tidak sama. Angka kelahiran, jelasnya lagi, mencapai 50 ribu tiap tahun, sedang kematian mencapai 5 ribu.
“Israel sengaja membunuh para wanita dan anak-anak untuk menghapus masa depan Gaza. Sebanyak 440 anak-anak dan 110 wanita telah dibunuh dan 2.000 anak serta 1.000 wanita mengalami luka-luka.

Selasa, 20 September 2011

Dijual! Jin Pesugihan Cepat Kaya

Ilustrasi (foto:Ist)
Ilustrasi (foto)
GUNUNGKIDUL- Kasus penipuan semakin beragam salah satunya jual beli Jin. Berdalih bisa mendatangkan Jin yang bisa mendatangkan kekayaan, Warno (70) warga Kecamatan Paliyan, Gunungkidul, Yogyakarta, berhasil menipu beberapa orang konsumennya. Bukannya Jin yang didapat malah puluhan juta hilang.

Menurut keterangan korban, Sakimin warga Banyumas, Jawa Tengah, pelaku pertama kali dia kenal saat hajatan saudaranya di daerah Jawa Barat. Saat itu dia menceritakan usahanya sebagai pedagang beras mengalami kebangkrutan. Dia ingin memperoleh modal dengan cara cepat tanpa melalui bank.

“Warno berjanji akan mendatangkan Jin penyedot uang, lalu saya mendatangi rumahnya di desa Sodo, Paliyan beberapa hari setelah hajatan,” ungkapnya saat ditemui di Mapolsek Paliyan, Senin (18/7/2011).

Saat mendatangi rumah pelaku, Sukimin, membawa uang Rp10 juta. Setelah uang diserahkan, Warno mengajak kepemakaman yang tidak jauh dari rumahnya.

“Sampai di pemakaman langsung melakukan ritual sekitar satu jam, dia kemudian menyerahkan kardus, kain mori, kapas, dan berbagai minyak untuk dibawa pulang dan tidak boleh dibuka sebelum seminggu. Setelah seminggu tidak terbukti, dia meminta lagi uang tambahan total hingga Rp17 juta dalam kurun waktu 2 bulan,” tuturnya.

Hal senada juga dikatakan Muhamad Isa (50) warga Bitang, Palembang, dia juga dijanjikan mendapatkan Jin yang mampu menolongnya memperoleh kekayaan. “Saya kenal melalui anaknya Jito (30) warga Desa Sodo,Paliyan, saya kenal sudah beberapa bulan yang lalu. Warno mengaku bisa mendatangkan Jin tapi hingga saya mengeluarkan uang sampai saat ini kurang lebih Rp200 juta tidak ada buktinya, padahal saya sudah menjual rumah mobil dan hutang sana-sini,” kata Muhamad.

Sementara Kapolsek Paliyan AKP Rachmad Dewanto menyatakan, perbuatan tersangka yang mengaku dukun bisa mendatangkan Jin diduga sudah berlangsung lama. Sehingga diduga kuat korban akan terus bertambah.

”Saat ini pelaku sudah kami amankan, kami masih memeriksa korban dan sejumlah saksi,” kata Rachmad.

Sumber : okezone.com

Mojokerto Dihebohkan Jenglot Ular Berkepala Manusia

Jenglot ualr berkepala manusia di Mojokerto, Jatim. (Dok: Sun TV)
Jenglot ular berkepala manusia di Mojokerto, Jatim. (Dok: Sun TV)
MOJOKERTO - Warga Desa Pakis, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, dihebohkan dengan penemuan jenglot berwujud ular berkepala manusia.

Jenglot tersebut ditemukan warga di kolam peninggalan Kerajaan Majapahit, Segaran. Penemuan itu membuat penasaran warga. Mereka berdatangan untuk menyaksikan jenglot tersebut dari dekat.

Sejak ditemukan pada Kamis dini hari kemarin, ratusan warga mulai mendatangi ke rumah Felix Yulian Amin (14), warga Desa Pakis.

Menurut Felix, jenglot berkepala manusia itu ditemukannya saat memancing di kolam Segaran pada tengah malam.

Namun saat mengangkat benang pancing, tiba-tiba muncul ular dengan kepala manusia tersebut. Tanpa takut, dia membawa pulang jenglot tersebut.

Jenglot berbentuk ular kepala manusia itu ditempatkan di aquarium dan diberi bunga-bunga sesaji di sekitarnya. Jenglot berbentuk ular dengan panjang 1 meter.

Kepalanya berbentuk tengkorak manusia lengkap dengan rambut panjang serta tangan menyilang di dada.

Rudi, salah seorang warga mengaku sengaja datang dari Kecamatan Jatirejo untuk membuktikan sendiri kebenaran berita yang sampai ke telinganya.

Karena ratusan warga terus berdatangan, pihak desa terpaksa menutup jalan dan meminta warga untuk menyaksikan secara bergantian. Warga yang tidak sabar bahkan terpaksa berdesak-desakan hingga petugas pengamanan desa setempat kewalahan mengatur warga. Felix mengaku tidak akan menjual jenglot tersebut dan akan menyimpannya.

Sumber : okezone.com

Penemuan Ular Berkaki Empat Hebohkan Warga Yogyakarta


VIVAnews -- Masyarakat Dusun Kepuh, Desa Mulyodadi, Kecamatan Bambalipuro, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta dihebohkan dengan penemuan ular yang mempunyai kaki empat. Ular itu ditemukan oleh Widoyo (35) yang sedang bekerja membenarkan septic tank di rumah warga bernama Suroyo.

“Saat saya sedang menyelesaikan septic tank, saya melihat ada binatang seperti ular kecil, namun bergerak dengan empat kaki,” kata Widoyo, Minggu, 11 September 2011.

Ular kecil berkaki empat tersebut ditangkap dengan menggunakan botol air mineral. “Saya giring ular berkaki empat itu ke arah botol. Setelah masuk botol mineral itu saya tutup dengan sobekan plastik,” paparnya.

Sementara itu, sang pemilik rumah, Suroyo mengatakan ular berkaki empat itu kini telah dimasukkan ke dalam toples. Ular berkaki empat itu kata Suroyo sangat mirip dengan kadal. Namun ukuran kakinya tak sesuai dengan panjang ular yang mencapai sekitar 20 cm dengan besar sejari kelingking balita.

“Kakinya empat, namun kecil-kecil. Kaki itu berfungsi normal dan dapat berjalan dengan cepat. Tubuh ular juga ikut menggeliat layaknya ular kalau bergerak,”tandasnya

Temuan ular berkaki emat pada hari Rabu (7/9) langsung menyebar ke tetangga dan kampung sebelah sehingga warga penasaran dan ingin melihat ular berkaki empat tersebut. “Warga berbondong-bondong datang ke rumah karena penasaran ada ular berkaki empat,” kata Suroyo.

Suroyo mengaku beberapa tetangga menyebut ular yang ditangkap tukang yang bekerja dirumahnya merupakan ular tanah. “Kata salah seorang pawang ular, nama ular tersebut adalah ular tanah. Namun anehnya mempunyai kaki empat,” tukasnya.

Sementara itu, Ketua RT, Slamet mengatakan sejak penemuan ular tesebut rumah Suroyo banyak didatangi warga yang penasaran bentuk ulat yang berkaki empat. “Hari Sabtu kemarin bahkan anak-anak SD Grogol datang untuk melihat ular berkaki empat itu,” ujar dia.

Sumber : vivanews.com

Manusia Pemakan Ayam Hidup Jalani Therapi Psikis



Sidoarjo
- Miskaulah (38) warga RT 12 RW 5 Dusun Jangan Asem Desa Trompo Asri Jabon yang punya kebiasaan makan ayam hidup, dibawa ke RSUD Sidoarjo.


Janda tambun beranak 2 itu disarankan untuk menjalani terapi dan pengobatan agar kebiasaan anehnya hilang. Dalam penanganan di RSUD, Miskaulah diperiksa di ruangan poli psikiatri RSUD Sidoarjo.

Kedatangan wanita yang mempunyai nama akrap Pretty di RSUD Sidoarjo itu juga mengundang perhatian banyak orang di RSUD yang sedang menjenguk keluarganya.

Dr Syamsul Rahmadi sepesialis syaraf RSUD Sidoarjo, yang menangani Miskaulah menjelaskan secara klinis medis, bukan semacam gangguan. Itu akibat pola makan sejak kecil yang terbiasa.

Dia menyebut, kebiasaan memakan ayam hidup juga mulai berkurang. Dulu yang biasanya 5 ekor ayam besar perhari, kemudian hanya 2 ekor ukuran besar dan menyusut lagi kini tinggal 2 ekor dan sifatnya kecil-kecil. ''Alhamdulillah, Miskaulah juga punya iktikad baik untuk mengakhiri kebiasaan anehnya itu,'' ujarnya Rabu (15/6/2011).

Nantinya, lanjut dia, Miskaulah juga akan dilab secara lengkap untuk mengetahui penyakit yang ada. Dia setiap harinya memakan ayam yang juga meminum darahnya sekalian, yang tentunya tidak steril. ''Konsekwensi darah yang tidak steril, akan ada bakteri dan itu berbahaya,'' terang dia.

Dr Liana sepesialis kejiwaan yang menangani Pretty juga bersyukur karena yang bersangkutan ingin mengakhiri kebiasaan aneh itu. Penanganan yang dilakukan kepada Miskaulah akan meliputi terapi psikis dan pengobatan. Dia juga sangat koperatif dalam pemeriksaan yang harus dilakukan di RSUD. ''Ia ingin hilangkan kebiasaan langkanya itu,'' tuturnya menirukan pengakuan Miskaulah.

Setiba di RSUD Sidoarjo, badan Miskaulah sempat lemas dan dingin karena tidak boleh makan ayam hidup. Pihaknya RSUD menyediakan makanan untuk Miskaulah dan sempat akan ditolak. Setelah dipaksa, akhirnya Miskaulah bersedia makan nasi, tapi porsinya sedikit sedikit sekali.

Miskaulah juga menandaskan kalau dirinya ingin sehat dan normal makan nasi seperti orang umumnya. Ini dilakukannya agar kedua anaknya yang hidup bersamanya, tidak malu dan takut dioloki teman-temannya disekolah. ''Dari dulu saya ingin mengakhiri kebiasaan ini. Mudah-mudahan dalam terapi dan pengobatan di RSUD ini berhasil,'' tutur dia dengan mengamininya.

Sumber : beritajatim.com

Makhluk "Buncul" Halus Hebohkan Warga Cirebon


Sejumlah warga menyaksikan Buncul, makhluk halus dari Cirebon.
CIREBON - Penangkapan Buncul, sejenis makhluk halus yang bisa dilihat kasat mata, hebohkan warga Cirebon, Jawa Barat. Untuk bisa melihat makhluk tersebut warga terlebih dahulu membayar karcis Rp1.000.

Buncul pertama kali ditemukan di Sungai Soka oleh Jamil (27) warga Blok Desa, RT 07/02 Desa Pamijahan, Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon. Keberadaan siluman berambut panjang yang biasa menghuni air di Sungai Soka sudah diketahui warga sejak puluhan tahun lalu. Namun sejauh itu belum ada yang berani menangkap.


“Selama ini memang banyak warga yang mengaku pernah melihat makhluk halus tersebut, tapi baru Jamil yang berhasil menangkap,” kata Mulyana (50) warga Pamijahan, Senin (17/1/2011).


Oleh warga, pria tuna rungu ini dikenal sebagai orang pintar. Jamil berhasil menangkap buncul pada Senin subuh, kemarin. Makhluk halus yang ditangkap Jamil wajahnya seperti kera, ukurannya kecil, berwarna hitam, berambut panjang, memiliki dua tangan berkuku tajam, bergigi putih tajam, memiliki taring. Saat pertama kali ditemukan, makhluk tersebut masih hidup dan dimasukkan dalam akuarium serta ditaburi kembang tujuh rupa.


“Waktu pertama ditemukan ukurannya masih besar tapi kemudian semakin mengecil,” ungkap Didi, rekan Jamil yang mengaku ikut memburu buncul tersebut.


Menurutnya, mahluk itu sengaja tidak diberi air atau diletakkan di atas tanah karena dikhawatirkan akan hidup dan ukurannya bertambah besar.


Informasi yang berhasil dihimpun, penangkapan Buncul berawal dari penuturan seorang warga yang mengaku rambutnya pernah ditarik makhluk halus saat mandi di Sungai Soka.


Cerita salah seorang warga tersebut rupanya membuat Jamil penasaran, hingga pada Minggu 16 Januari malam sekira pukul 20.00 WIB dia dan teman-temannya pergi ke Sungai Soka untuk menangkap Buncul.


Setelah melakukan ritual, dia berhasil menemukan sepasang buncul di sela-sela batu cadas. “Kami hanya berhasil menangkap Buncul laki-laki yang ada kumisnya. Sementara buncul perempuan berhasil kabur,” ucap Didi.


Menurutnya, mahluk itu baru bisa ditangkap pada sekira pukul 00.00 WIB setelah air dikuras dan lumpur digali hingga kedalaman 50 sentimeter.


Buncul tangkapan Jamil pun menjadi tontonan warga. Bahkan ratusan warga berdesakan ingin melihat dari dekat makhluk halus yang disimpan di Gedung Olahraga (GOR) Desa Pamijahan. Tidak sedikit warga yang berebut mengambil gambar mahluk berbentuk aneh tersebut.
Sumber : unikaja.com